Makanan Yang Bisa Bikin Bahagia dan Mengurangi Stres Menghadapi New Normal

Menghadapi berbagai perubahan yang ada di era new normal memang rentan bikin stres. Proses adaptasi kembali ke kantor ternyata nggak semudah yang dikira. Selain harus menghadapi banyak kerjaan yang bikin pusing, kamu juga jadi super cemas menjaga kesehatan diri sendiri.

Merasa berbagai hal tersebut mewakili suara hati kamu? Kondisi stres memang wajar terjadi saat mengalami situasi nggak menentu selama beberapa bulan belakangan ini. Tapi, pastikan atasi stres dengan baik karena hal tersebut ternyata bisa membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga rentan terserang berbagai penyakit.

Ada banyak cara mengatasi stres yang bisa dilakukan di rumah. Misalnya lewat makanan favorit. Tahu nggak sih kalau menikmati kuliner yang disukai bisa bikin bahagia? Begini penjelasannya.

 

Saat Makan, Tubuh Melepas Dopamin yang Membuat Perasaan Bahagia

Masih ingat bagaimana masa kecilmu yang sering ditawari es krim saat sedang sedih atau marah? Walau tampak seperti aksi yang sederhana, cara ini secara tak langsung menunjukkan hubungan antara makanan dan kebahagiaan. Waktu lagi sedih, menikmati es krim atau camilan favorit tiba-tiba bisa bikin harimu lebih baik secara ajaib.

Fakta uniknya, menurut Dr. Laura Pawlak dalam bukunya berjudul HUNGRY BRAIN, otak manusia punya kebiasaan untuk ‘mencari kesenangan’. Kepuasan yang didapat saat makan, berasal dari dopamin yang dilepaskan oleh tubuh. Senyawa kimia ini yang memicu rasa senang dan euforia saat melakukan hal-hal yang bikin kamu merasa happy dan tenang, termasuk saat menyantap makanan kesukaanmu. Saat mencari kesenangan, otak juga mencari cara untuk survive dari kondisi yang membuat kamu merasa sedih atau stres.

 

Beragam Jenis Makanan yang Bisa Bikin Happy

Menurut situs Health24, asam amino triptofan merupakan sumber senyawa alami dalam otak yang dapat membantu memperbaiki mood. Ada beberapa makanan yang dipercaya bisa bikin kamu happy, salah satunya pisang yang kaya akan triptofan dan sumber vitamin B yang dapat mengurangi stres.

Buat para sweet tooth, saatnya menyimpan beberapa batang dark chocolate. Selain jadi sumber antioksidan yang baik buat kesehatan tubuh, juga ampuh mengurangi hormon stres atau kortisol. Tak ketinggalan salmon, apel, bayam, hingga telur yang membantu memunculkan perasaan bahagia setelah menyantapnya.

Tak ketinggalan comfort food yang mengenyangkan, punya citarasa yang lezat dan mudah ditemukan atau dibuat sendiri. Membawamu ke masa lalu yang menyenangkan misalnya makanan yang dimasak oleh ibu atau yang selalu dinikmati di momen-momen tertentu, sayangnya kebanyakan sajian yang menenangkan ini tinggi kalori, lemak, gula atau garam. Jadi, ada baiknya membatasi konsumsi comfort food demi menjaga kesehatan.

Biarpun food therapy terasa menyenangkan buat menghadapi stres, tapi para ahli juga meminta kamu untuk lebih waspada terhadap efek negatifnya. Salah satunya adalah risiko overeating yang rentan dialami jika nggak bisa mengatur seberapa banyak makanan yang harus dikonsumsi. Jadi, meskipun menikmati makanan favorit bisa menurunkan tingkat stres, pastikan kamu tetap menetapkan batasannya dan jangan lupa seimbangkan asupan nutrisi untuk menjaga kesehatan di masa pandemi.

 

Proses Memasak Juga Bisa Jadi Relaksasi

Selama new normal ini, seringkali kamu membatasi diri ke luar rumah yang berujung jenuh dan stres. Saat sedang mencari aktivitas yang menyenangkan di rumah, coba deh memasak atau membuat kue. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Positive Psychology menunjukkan mereka yang melakukan proyek kecil dan kreatif seperti memasak atau memanggang kue memberikan kebahagiaan dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

Fokus mengikuti resep untuk menciptakan makanan yang lezat bisa memberi perasaan memegang kendali, layaknya sedang bermeditasi. Ditambah aroma yang nikmat saat selesai memasak atau memanggang, menikmati sajian yang diracik sendiri hingga mendapat pujian atas kelezatan makanan buatanmu mendatangkan kebahagiaan tersendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *.

*
*
You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>